Penyakit Siswa di Era Milenial


Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan (Tan Malaka)

Quote Tan Malaka diatas rasanya kembali menyadarkan diri kita akan tujuan dan urgensi dari adanya pendidikan. Betapa banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini, secara sadar atau pun tak sadar, telah memaksa akal, hati, dan pikiran kita untuk melakukan refleksi mendalam akan hal tersebut, baik secara individu atau berjamaah. Tentang merenungi kembali mengapa kita (manusia) diharuskan melewati satu proses maha penting yang bernama "pendidikan".
Salah satu peristiwa yang membuat kita terhenyak dan menjadi viral di seantero negeri yakni tindakan tidak pantas beberapa siswa SMK di Kaliwungu, Kendal, terhadap gurunya saat proses pembelajaran. Dalam video tersebut terlihat beberapa siswa berlaku usil dengan mendorong pak guru Joko.

Berikut videonya:


Meskipun di berita-berita nasional dikabarkan bahwa empat siswa yang awalnya diduga melakukan pelecehan, rupanya setelah ditelusuri lebih jauh oleh pihak sekolah mereka hanya bercanda.

Baca ini:


Sangat disayangkan jika pun benar hanya guyonan atau becandaan, karena bagaimanapun kondisinya sedang dalam proses pembelajaran dan sedang berhadapan dengan seorang guru. Miris sekali. Ini bahaya. Jika kepada guru saja sudah tidak ada adab sama sekali, mau jadi apa mereka ketika besar kelak. Jika kepada sosok orang yang lebih tua saja tidak berperilaku sopan, bagaimana nanti ketika sudah besar. 
Sosok guru yang harusnya disegani dan dihormati, hilang wibawanya. Ini salah satu penyakit murid atau siswa di era gadget saat ini. Satu penyakit yang sangat serius. Karena berawal dari penyakit ini, akan merembet ke yang lain. Penyakit ini jadi indikasi dini rusaknya mental siswa kita saat ini. Penyakit itu adalah "krisis adab".

Pantaslah jika para ulama sepakat, "Kada al-adab qabla al-'ilm" (posisi adab itu sebelum ilmu).

Imam Malik Rahimahullah pernah berkata kepada pemuda Quraisy, "Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu". Nasihat Imam Malik ini juga pernah ia dapatkan dari ibunda tercinta ketika ia akan berangkat untuk menuntut ilmu dari sang guru.

Ibnu Mubarak berkata, "Kami mempelajari adab itu selama 30 tahun, sedangkan mempelajari ilmu selama 20 tahun".

Jadi, tanpa adab semua kondisi seseorang akan menjadi penyebab masalah. Orang cerdas tak beradab, maka kecerdasannya akan dipergunakan untuk mengelabui, menipu, dan mencelakakan orang lain.

Sebagai contoh sikap terhadap masalah sampah.
Orang cerdas tak beradab bisa memroses sampah menjadi bahan peledak untuk memusnahkan sebuah kelompok. Orang cerdas tak beradab bisa menghancurkan sebuah negara dengan "sampah kimia", "sampah budaya", dan "sampah perusak lainnya".

Orang kaya tak beradab, bisa buang sampah sembarangan di jalan saat naik mobil mewahnya. Dan seterusnya.
Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/21107-pelajarilah-dahulu-adab-dan-akhlak.html
Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”


Baca selengkapnya https://muslim.or.id/21107-pelajarilah-dahulu-adab-dan-akhlak.html
Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”


Baca selengkapnya https://muslim.or.id/21107-pelajarilah-dahulu-adab-dan-akhlak.html
Share on Google Plus

About Muhamad Saepudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//