Ketemu Fatih Seferagic, Hafizh asal Amerika

Aaaarrrrrgh! Lama banget nggak nulis di blog. Udah berabad-abad kayaknya. Emang ya, kalau udah lama nggak nulis, mau memulai lagi sulitnya minta ampun. Tiap kali mau nulis, udah pegang laptop, jari tangan udah nggak bisa bertahan buat ngetik. Hahaha lebay...!

Hmmm, tapi memang begitulah rasanya. 

Dan hari ini, saya ingin melawan rasa malas itu. Rasa kesal itu. Dengan menulis ini. Berharap bisa konsisten ya Allah. 
_______________

Pernah bertemu pejabat negara? Presiden. Atau gubernur? Atau Walikota? Kalau sudah pernah, kira-kira gimana rasanya? Senang ya.

Kalau ketemu orang sholeh? Harusnya kita juga nggak kalah semangat dan senangnya. Seperti yang saya alami, ketika sedang dalam perjalanan menuju Yogya (kalau nggak salah), ketemu dengan Fatih Seferagic di bandara Soekarno-Hatta. Waktu itu saya tahu kalau malamnya dia ngisi di masjid alumni IPB. Dan lusany atau beberapa hari berikutnya akan mengisi di Medan. Dan qadarullah, ternyata malah ketemu di Soetta, karena malamnya saya belum bisa bergabung di masjid alumni. Padahal sudah lama tahu tentang Fatih ini di insagram.

Kalau teman-teman, tahu siapa dia?

Oke. Fatih Seferagic merupakan seorang hafizh berkebangsaan Bosnia yang besar di Amerika. Sering berkunjung ke Indonesia untuk acara-acara berbagi ilmu. Saya juga awalnya tahu di instagram, karena follow Muzammil Hasballah, akhirnya follow juga hafizh-hafizh atau qori yang lain seperti Boim, Taqy Malik, dan lain-lain. Eh akhirnya muncul juga Fatih Seferagic, karena beberapa kali mereka pernah ketemu.

Kalau saya salut dan kagum dengan kekonsistenan beliau dalam menuntut ilmu, seorang yang hafal Al Quran, bacaannya enak didengar, dan sholeh juga ganteng. 

Ini saya sempat berfoto dengan Fatih, kembaran saya, beda ibu nggak se-bapak, hehehe.
Gimana? Mirip kan...😆

Share on Google Plus

About Muhamad Saepudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//