Cara Berkendaramu adalah Cerminan Akhlakmu

berkendara, sepeda motor, motor, helm
Perkembangan zaman terjadi begitu cepat. Alat, mesin, dan teknologi yang diciptakan manusia semakin canggih. Banyak pekerjaan yang saat ini cukup dilakukan oleh satu orang. Karena dibantu oleh mesin. Di berbagai bidang kehidupan. Ini merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ada satu hal yang menarik menurut saya. Yakni, kita bisa melihat banyak hal tentang identitas seseorang dari alat, mesin, dan teknologi yang melekat pada diri seseorang. Bahwa apa yang dipakai;dimiliki;dipasang;dan sebagainya bisa menunjukkan kondisi seseorang. 

Status sosial bisa kita dapati dengan melihat kendaraan bermotor yang dipunyai. Tingkat ekonomi bisa kita simpulkan dari merk mobil yang dimiliki. Lifestyle seseorang, bisa kita cermati dari apa yang sering ia pakai. Jam teknologi tinggi, atau handphone berkelas, atau perhiasan berharga yang melekat di badan, dan sebagainya bisa sebagai tolak ukur kesejahteraan seseorang.

Kan begini ya. Kalau lihat ada orang pakai mobil Lamborghini, pasti dibilang orang tajir. Kalau lihat orang pakai hp iPhone, dibilang orang kaya, keren. Kalau lihat orang hp-nya jadul, dibilang kids zaman old, heuheu (padahal ada istilah lainnya, suka barang antik, kayak saya). Penyimpulan begini sering kita rasakan di sekitar kita, entah kita yang jadi objeknya atau kita yang suatu waktu jadi orang yang mengamati orang lain. Ini memang sifatnya hanya melihat dari tampilan luar. Bukan sesuatu yang mutlak sih. Entar dibilang, dont judge book just from the cover! Hahaha. Bukan itu maksud saya. Maksudnya, kita akan dipersepsikan oleh orang lain dari apa yang kita lakukan dan kita pakai. Dan jangan pernah menyalahkan publik atau orang lain yang melihat kita jika itu memang fakta yang kita perlihatkan kepada orang lain.

Nah, kali ini saya ingin mengulas salah satu hal kecil yang bisa menunjukkan kondisi seseorang. Yakni seputar cara berkendara kita. Kenapa? Karena jika kita lihat, setiap hari pasti kita tidak bisa lepas dari berkendara. Entah itu roda dua atau roda empat. Atau bahkan sepeda. 

Saya pernah melihat pengendara motor yang seenaknya belok tanpa memberikan lampu sen. Atau yang seenaknya nyalip dengan timing dan kondisi yang nggak tepat, padahal itu bisa menyebabkan kecelakaan bagi pengendara lain.

Sebenarnya menurut saya, cara berkendara seseorang sedikit banyak menunjukkan akhlak dia. Ketika dia berkendara dengan memperhatikan keselamatan orang lain, bisa kita pastikan bahwa orang tersebut peduli dengan orang lain. Bahasa lainnya dia punya etika dan kesopanan.

Jika ada pengendara yang seenaknya saja menyalip tanpa memperhitungkan keselamatan orang lain, sesungguhnya dia tidak peduli dengan orang lain. Bisa dibilang acuh tak acuh. Masa bodoh dengan kondisi orang, yang penting dia bisa cepat sampai tujuan.

Ada lagi misalnya, pengendara yang suka melanggar rambu-rambu lalu lintas. Saat lampu merah masih nyala, dia menerobos. Apa itu bisa dikatakan bukan menunjukkan akhlak yang buruk? Tentu itu perbuatan yang tidak makruf. 

Tetapi banyak juga yang berkendara sangat menunjukkan etika dan akhlak yang baik. Tidak ugal-ugalan. Ada yang mengutamakan penyeberang jalan. Menyalip dengan melihat kondisi pengendara lain. Patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas. Dan lain sebagainya. 

Dan ternyata selain cerminan akhlak, juga menjadi gambaran komunikasi seseorang. Saat kita akan menyalip, ada yang memberi lampu sen kanan dan ngasih klakson, hal itu mencirikan komunikasi yang baik. 

Mungkin pernah mengalami disalip dari kiri, dengan kondisi ruang salip yang sangat sempit. Yang itu membuat kita kaget. Yang menyalip tersebut sebetulnya tidak mengindahkan yang namanya komunikasi. Lhoo kok jauh banget sampai ke urusan komunikasi segala? Ya, ini hasil pengamatan saya selama menjadi pengendara jalanan. Ternyata banyak hal yang bisa kita pelajari dari cara orang berkendara. Jika pernah dengar pepatah, "mulutmu harimaumu". Maka ini juga bisa jadi pepatah, "cara berkendaramu, adalah singamu" wkwkwk.

Sekitar sebulan yang lalu kalau tidak salah, sempat geger video vlog dari seorang moto vlogger beralamat di IG @azharmototovlog. Video pengendara Honda CBR 250cc yang akhirnya menabrak dua motor sekaligus karena ugal-ugalan. Kejadian ini terjadi di jalan Padjajaran, Bogor, tepat di depan RS Azra. Berikut videonya:

Dari penjelasan @azharmotovlog, si pengendara memang terlihat ugal-ugalan sudah dari jauh. Dan kalau lihat video diatas, sempat disalip oleh @azharmotovlog yang pakai motor Tiger. Dia nggak mau kalah, akhirnya nyoba menyalip @azharmotovlog dengan ruang yang sangat sempit. Kalau dihitung-hitung, bisa crash dengan @azharmotovlog kalau nggak @azharmotovlog nggak ngerem. Si pengendara yang ngotot, nggak mau kalah, akhirnya tetap memaksakan diri menyalip. Sampai akhirnya menabrak dua pengendara sekaligus. Lihat, yang lain jadi korban kecelakaan gara-gara satu orang yang tidak berkendara dengan hati-hati. Saya mau bilang kalau dia sombong, nggak berlapang dada. Seenaknya. Astaghfirullah.

Semoga kita dijauhkan dari kejadian musibah kecelakaan di jalan raya yaa.

Itu sedikit sarapan pagi hari ini dari saya. Semoga kita selalu arif dan bijaksana dalam berkendara. Karena kita tidak hanya sendiri saat mengendarai kendaraan di jalanan, tetapi banyak orang lain.

Salam dari pengendara Honda Supra-X 125 :)

Share on Google Plus

About Muhamad Saefudin

Saya hanyalah seorang penikmat blog dan pembelajar kehidupan. Semoga pembelajaran kehidupanku bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat membaca dan belajar dari kehidupan.

0 comments:

//* Autolink *//